Rpp TDO Menjelaskan teknik pengoperasian jacking, blocking dan lifting sesuai operation manual x/1

budi 01:May:2018 11:06:12 RPP K13

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Sekolah

:

 

Mata Pelajaran

:

Pekerjaan dasar teknik otomotif

Kelas/Semester

:

X/I

Tema/Subtema

:

Menjelaskan teknik pengoperasian jacking, blocking dan lifting sesuai operation manual

 

Kegiatan Pembelajaran/Sub

:

Pengenalan, pengamatan, penggunakan jacking,blocking, lifting sesuai SOP.

Alokasi waktu

:

8 X 45 menit (2 kali pertemuan)

 

 

KOMPETENSI INTI

Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

 

 

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

  • Kompetensi dasar
  • Menjelaskan teknik pengoperasian jacking, blocking dan lifting sesuai operation manual
  • Indikator

Siswa dapat mengangkat material secara manual

Siswa dapat mengangkat material secara mekanis 

Siswa dapat memuat dan menurunkan material

Siswa dapat menyimpan material secara aman

 

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur  memuat  dan  menurunkan  material,  prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman.

Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan material/ komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman.

  •  

MATERI PEMBELAJARAN

Uraian Materi I 

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik,   menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut   secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan  serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain  itu seseorang juga harus   memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi.

Kekuatan badan/punggung saat mengangkat

Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan.

 

                                                

                                                         Gaya Otot

Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat

Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat

Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat.

 

                                      

                  

Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat

Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat

Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang.

 

                                                          

Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan.

Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual:

Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat

Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki

Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat

Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan.

 

   

                                      

 

             

              Beban

Gambar 4. Pengangkatan secara manual

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu.

Prosedur pengangkatan secara mekanis

Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan.

 

   

      

                  Pusat grafitasi/keseimbangan                    

Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur  sangkar

 

 

 

 

 

 

 

                 

                                          

                  Pusat grafitasi/keseimbangan

Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine

Alat bantu pengangkatan.

Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya.

Pengungkit.

Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus.

Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit

Forklift/garpu pembawa material

Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain.

 

Gambar 9. Penggunaan forklift dorong

Tali/tambang, seling dan hook.

Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine:

Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat.

Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata.

Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine.

Gunakan alat khusus bila ada.

 

                                      

Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine.

Pemasangan seling dan hook

Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook:

Bautkan hook pada sudut-sudut blok  paling  ujung   secara silang agar didapat keseimbangan.

Kaitkan pengait  pada  seling  dengan  hook  secara   tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat.

Pastikan   bahwa   kaitan   benar - benar  mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine.

 

                 Seling

                   

 

 

 

                                                                         Hook

 

 

Gambar 11. Pemasangan seling dan hook

 

 

 

 

                                 

 

 

 

 

 

 

Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine

Kerek/kran dan Takel

Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel:

Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat.

Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya.

Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim.

Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat  pengangkat.

Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat.

Upayakan perlahan-lahan dan berhati–hati sewaktu menurunkan material/komponen/part.

 

Gambar 13. Kran lantai dan kerek/takel

 

Gambar 14. Pengangkatan engine dengan kerek/takel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 15. Pengangkatan engine dengan Kran lantai

Dongkrak

Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine, perbaikan roda,sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol, dongkrak troli/buaya, dongkrak pantograf, dongkrak samping, dongkrak bumper dan sebagainya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak:

Pastikan dongkrak benar-benar baik.

Aktifkan rem parkir.

Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya.

Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya.

OFF kan kunci kontak.

Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak.

Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai.

Dongkrak botol dan penggunaannya.

Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan.

Gambar 16. Dongkrak botol

Penggunaan dongkrak botol:

Pasang sadel   pada  titik  kendaraan  yang akan diangkat secara tepat dan kuat, jangan sampai tergelincir.

Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel.

Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam.

Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati.

Bila akan menurunkan, kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan, agar kendaraan tidak turun dengan keras.

 

Gambar 17. Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan.

Dongkrak troli dan penggunaannya:

Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. Dongkrak Troli/buaya terdiri dari:

Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat.

Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan.

Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban.

Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat.

Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material.

Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser.

 

Gambar 18. Dongkrak Troli/dongkrak buaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 19. Penggunaan dongkrak troli saat untuk

mengangkat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 20. Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part

Dongkrak Pantograf dan penggunaannya:

Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan.

 

Gambar 21. Penggunaan dongkrak Pantograf

Dongkrak samping dan dongkrak bumper

Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem, roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan.

 

Gambar 22. Penggunaan dongkrak samping

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 23. Penggunaan dongkrak bumper

Car lift

Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan. Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan, karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan. Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis, listrik dan hidrolis peneumatis.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift:

Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya.

Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak.

Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil.

Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal.

Langkah pengangkatan:

Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat.

Aktifkan rem parkir.

Tutup pintu kendaraan secara kuat.

Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan.

Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir.

Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan.

 

Gambar 24. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                         Tempatkan telapak di bawah titik pengaman

Gambar 25. Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 26. Pengangkatan kendaraan dengan Carlift

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 27. Pengangkatan dengan car lift 4 penopang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

Gambar 28. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis.

Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman.

Area  kerja  adalah  wilayah  atau  tempat  dimana  suatu  pekerjaan  dilakukan. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan   disebut  bengkel otomotif.   Bengkel  otomotif  sama seperti  bengkel - bengkel  yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup  tinggi.   Oleh  sebab  itu  perlu  dilakukan  pemeliharaan  dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin.

               Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja :

Area kerja harus ditata rapi dan bersih.

Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan, juga untuk menghadapi resiko kebakaran.

Bebas dari cairan licin oli, greas dan lainnya, juga bersih dari kotoran yang berserakan.

 

Gambar 29. Membersihkan oli dan cairan pada lantai

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 30. Membersihkan kotoran pada lantai

Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya.

Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya.

 

                                                     

                                            

                                                 

Gambar 31. Penyimpanan part-part bekas

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 32. Penempatan peralatan sesudah digunakan

Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja.

 

Gambar 33. Penyimpanan material/part/komponen.

Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar, thiner, cat, bahan-bahan pelarut.

Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan. Dalam hal ini paling tidak jendela, pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi.

Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya.          

Uraian Materi I 

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual.

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik,   menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut   secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan  serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain  itu seseorang juga harus   memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi.

Kekuatan badan/punggung saat mengangkat

Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan.

 

                                                

                                                         Gaya Otot

Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat

Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat

Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat.

 

                                      

                  

Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat

Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat

Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang.

 

                                                          

Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan.

Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual:

Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan

Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat

Hindarkan gerakan putar yang mendadak

Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki

Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat

Upayakan beban disekitar titik tengah badan

Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan.

 

   

                                      

 

             

              Beban

Gambar 4. Pengangkatan secara manual

Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis

Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan a

Share Facebook

Komentar